Minggu, 23 Desember 2012

Program C++






A.    PENGENALAN BAHASA C++
v  Tujuan
              Tujuan dari pengenalan program c++ ini tidak lain  untuk meningkatkan produktivitas pemrograman dalam bahasa aplikasi pada komputer. Kebanyakan pakar setuju bahwa pemrograman berorientasi obyek dan C++ dapat mengurangi kekompleksitasan, terutama pada program yang besar yang terdiri dari 10.000 baris atau lebih.
v  Peralatan Praktikum
§  Perangkat Komputer atau Notebook/Netbook
§  Software pemograman + Compiler ,Seperti borland c++
v  Dasar Teori
              Bahasa pemrograman C++, merupakan bahasa pemrograman yang terpopuler saat ini, hampir semua jurusan atau program studi yang berhubungan dengan komputer memasukkan bahasa ini dalam kurikulumnya, bahkan perusahaan-perusahan BUMNpun sudah banyak menambahkan standarisasi harus bisa bahasa pemrograman C++ untuk bergabung dengan mereka, khususnya dunai Perbankkan.
Bahasa pemrograman C++ termasuk dalam bahasa pemrogaman tingkat tinggi, sama halnya dengan Visual Basic, Delphi, Java, dan masih banyak yang lainnya, dalam persfektif mudahnya dipahami manusia. Yang membedakan mereka hanyalah aturan penulisan program itu sendiri, dimana yang terpenting dalam sebuah pemrograman adalah adalah algoritma pemrogramannya.
Dalam hal ini, level yang dimaksudkan adalah kemampuan mengakses fungsi-fungsi dan perintah-perintah dasar bahasa mesin/hardware. Semakin tinggi tingkat bahasa pemrograman akan semakin mudah bahasa pemrograman tersebut dipahami oleh manusia, namun membawa pengaruh semakin berkurang kemampuan untuk mengakses langsung instruksi dasar bahasa mesin.
v  Analisa Hasil Praktikum
§  Dapat mengetahui aplikasi pembuat program
§  Dapat membandingkan aplikasi-aplikasi pemrograman yang bagus dan kompatible
§  Dapat mengetahui fungsi menu dan fitur aplikasi pembuat program
v  Implementasi Program
§  Mahasiswa mempraktekkan bagaimana menggunakan fitur yang ada di aplikasi pemograman
§  Mahasiswa mempraktekkan cara menginstal aplikasi pembuat program dengan cepat dan teratur.

v  Kesimpulan
Mahasiswa dapat dengan mudah membuat program dengan C++. Dengan adanya pengenalan bahasa pemograman C++, mahasiswa dapat membedakan bahasa pemograman apa yang memiliki kelebihan dan kekurangan antara bahasa pemograman yang lain.
B.     STRUKTUR PROGRAM C++
v  Tujuan
              Mahasiswa dapat mengetahui susunan dan struktur dalam bahsa pemograman C++  yang memiliki fungsi dan tugas tersendiri.
v  Peralatan Praktikum
§  Perangkat Komputer atau notebook/netbook
§  Aplikasi pemograman+Compiler (Misal : BorlandC++)
v  Dasar Teori
              Dalam struktur program C++ sama seperti program C yang terdahulu. Struktur program C++ terdiri sejumlah blog fungsi, setiap fungsi yang terdiri dari satu atau beberapa yang melaksanakan tugas tertentu. Berikut srukturnya :
#include<file-include>
main()
{
pernyataan;
}
v  Analisa hasil Praktikum
Contoh :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
          int a = 7;
     char b = 'G';
     clrscr();
          printf("%c Merupakan Abjad Yang Ke - %d", b, a);
}

v  Implementasi Program
v  Kesimpulan
              Struktur program dalam C++ sangatlah sederhana dan mudah dipahami, karna lebih simple dari bahasa pemograman pascal atau basic. Array adalah suatu struktur yang terdiri dari sejumlah elemen yang memiliki tipe data yang sama. Elemen-elemen array tersusun secara sekuensial dalam memori komputer. Array dapat berupa satu dimensi, dua dimensi, tiga dimensi ataupun banyak dimensi (multi dimensi).
              Structure (struktur) adalah kumpulan elemen-elemen data yang digabungkan menjadi satu kesatuan. Masing-masing elemen data tersebut dikenal dengan sebutan field. Field data tersebut dapat memiliki tipe data yang sama ataupun berbeda. Walaupun fieldfield tersebut berada dalam satu kesatuan, masing-masing field tersebut tetap dapat diakses secara individual.
              Setiap ingin menambahkan data, Anda selalu menggunakan variabel pointer yang baru, akibatnya Anda akan membutuhkan banyak sekali pointer. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda hanya menggunakan satu variabel pointer saja untuk menyimpan banyak data dengan metode yang kita sebut Linked List. Linked list adalah sekumpulan elemen bertipe sama, yang mempunyai keterurutan tertentu, yang setiap elemennya terdiri dari dua bagian.
C.    ELEMEN DASAR C++
v  Tujuan
              Mahasiswa dapat mengetahui elemen pembuatan program C++  agar dalam hal mengkoding dan membuat program tidak ada terjadi kesalahan eror dan tidak bisa dijalankan.
v  Peralatan Praktikum
§  Buku referensi elemen dasar C++, atau e-book elemen dasar C++
§  Perangkat Komputer atau Notebook/netbook
§  Aplikasi pembuat program ( Misal Borland C++ )
v  Dasar Teori
§  Identifier (Pengenal)
        Pengenal adalah suatu nama yang biasa dipakai dalam pemrograman untuk menyatakan variable, konstanta, tipe data, dan fungsi.
Aturan penulisan identifier sama dengan aturan dalam pascal, antara lain :
èTidak boleh dimulai dengan karakter non huruf
èTidak boleh ada spasi
èTidak boleh mengunakan karakter-karakter
                   ~ ! @ # $ % ^ & * ( ) + ` - = { } [ ] : " ; ' < > ? , . / |
                 èTidak boleh menggunakan reserved words yang ada dalam C++.
§  Tipe Data
Berikut ini tipe data yang ada dalam C++
èTipedata bilangan bulat :
    char
    int (integer)
    short (sort integrer)
    long (long integrer
èTipe data bilangan real :
    float (real)
    double (real double)
    long double
èSelain itu terdapat juga tipe data unsigned
Tipe data bilangan bulat :
    unsigned char
    unsigned int (integer)
    unsigned short (short integer)
    unsigned long (long integrer)
Tipe data unsigned mirip dengan yang bukan unsigned. Bedanya adalah tipe data unsigned tidak mengenal bilangan negatif (nilainya selalu positif).
§  Deklarasi Variable
Seperti halnya Pascal,  Variable yang digunakan dalam program harus dideklarasikan terlebih dahulu. Pengertian deklarasi disini yaitu mengenalkan variable ke program dan menentukan tipe datanya.
§  Asiggnment
Proses assignment adalah proses pemberian nilai kepada suatu varable yang telah dideklarasikan.
§  Konstanta
Untuk penedeklarasian konstanta dalam C++ mirip dengan Pascal. Sintaksnya adalah : const tipe_data nama_konstanta = value;
v  Analisa Hasil Praktikum
§  Deklarasi Variable
Contoh program dengan pendeklarasian variabel, proses dan keluarannya:
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <stdio.h>

int main()
{
    // Deklarasi Variabel
    int alas, tinggi, luas;
    alas = 4;
    tinggi = 5;
    char bangun[10] = "Segitiga";

    // Proses Hitung Luas Segitiga
    luas = (alas*tinggi)/2;

    // Output, menampilkan hasil
    cout<<"Diketahui "<<bangun<<" : "<<endl;
    cout<<" Tinggi = "<<tinggi<<endl;
    cout<<" Alas   = "<<alas<<endl;
    cout<<" Luas   = "<<luas<<" cm persegi"<<endl;
    getch();
}
§  Implementasi program
§  Assignment
#include "conio.h";
#include "iostream.h";
#include "iomanip.h";
void main()
{
    clrscr();
    double real;
    real = 182.2182713674821746;
    cout << setprecision(12);
    cout << "Nilai real = "<<real;
    getch();
} 
§  Implementasi program
v  Konstanta
#include <iostream.h>
void main ()
{
    float banyak,total;
    const float harga = 17551 ;
    banyak = 8 ;
    total = harga * banyak ;
    cout<<"Harga minyak goreng perbuah : "<<harga<<endl;
    cout<<"Berapa buah minyak yang dibeli : "<<banyak<<endl;
    cout<<"Total biaya yang harus dibayar : "<<total<<endl<<endl;
getch ();
}
§  Implementasi program
         Kesimpulan
Dari hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa dalam pemograman C++ memiliki elemen dasar yang berpengaruh terhadap kode suatu pemograman. Tanpa adanya suatu elemen dasar, suatu program tidak dapat berdiri sendiri dan berjalan.
D.    OPERATOR
v  Tujuan
Agar mahasiwa dapat menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi, akan dianggap BENAR, bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai benar.
v  Peralatan Praktikum
§  Buku referensi elemen dasar C++, atau e-book elemen dasar C++
§  Perangkat Komputer atau Notebook/netbook
§  Aplikasi pembuat program ( Misal Borland C++ )
v  Dasar teori
Operator merupakan simbol yang digunakan dalam Suatu program manipulasi, misalnya untuk : menjumlahkan dua nilai,memberikan nilai ke suatu variabel (assignment),dan membandingkan kesamaan dua nilai.
1.      Operator Aritmatika   
    Operator aritmatika yang disediakan oleh C++ antara lain perkalian, pembagian, modulus, penjumlahan, pengurangan, yang berturut turut diwakili oleh symbol *,/,%,+,-.
§  Contoh Program :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main()
{
int a,b,c=0,d=0;
clrscr();
cout<<"Masukan Nilai A=";cin>>a;
cout<<"Masukan Nilai B=";cin>>b;
c=a%b;
d=a*b;
cout<<"Hasil dari A % B = "<<c<<endl;
cout<<"Hasil dari A * B ="<<d<<endl;
getch();
}
§  Implementasi Program
2.      Operator Penugasan
    Operator penugasan yang berupa symbol sama dengan ( = ) berfungsi untuk memberikan suatu nilai ke suatu variable.
3.      Operator Penaikan dan Penurunan  
    Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai, Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang.
Contoh Program :

#include < stdio.h >
#include < conio.h >
main( )
{
int a = 10, b = 5;
clrscr( );
printf("Nilai A = %d", a);
printf("\nNilai ++A = %d", ++a);
printf("\nNilai B = %d", b);
printf("\nNilai --B = %d", --b);
getch( );
}

§  Implementasi program
4.      Operator Bitwise (Manipulasi Bit)
            Untuk keperluan manipulasi data dalam bentuk bit C++ menyediakan enam buah operator yaitu geser bit kekiri, geser bit kekanan, and, or, xor dan nor yang berturut-turut menggunakan symbol <<, >>, &, |, ^, ~
Contoh program:


5.      Operator Relasi
            Operator relasi digunakan untuk membandingkan dua buah operand/VARIABEL. Operator yang digunakan:           
>          lebih dari                                 >=        lebih dari atau sama dengan
!=         tidak sama dengan      <          kurang dari                       
==        sama dengan               <=        kurang dari atau sama dengan


Contoh program :

Implementasi Program
6. Operator Logika
Operator logika digunakan untuk menghubungkan dua buah operand menjadi sebuah ungkapan kondisi. Operator yang digunakan: && (and), ||(or), !(not).
Contoh     program :

#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main()
{
float a, b, c, d, e, f, g, h;
cout<<"Masukan Nilai A = "; cin>>a;
cout<<"Masukan Nilai B = "; cin>>b;
cout<<"Masukan Nilai C = "; cin>>c;

//proses

d = a + 4 <10;
e = b > a + 5;
f = c - 3 >= 4;
g = d && e && f;

cout<<endl<<endl;
cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl;
cout<<"Hasil Dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl;
cout<<"Hasil Dari e = b > a +5 adalah " <<e<<endl;
cout<<"Hasil Dari f = c - 3 >= 4 adalah " <<f;
cout<<endl<<endl;
cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah "<<g;
getch ();
}
v  Implementasi Program

7.      Operator Kondisi :
Operator kondisi digunakan untuk mendapatkan sebuah nilai dari dua buah kemungkinan, berdasarkan suatu kondisi. Biasanya menggunakan pernyataan berkondisi if.
Bentuk umumnya :
Nilai yang diambil dari operand2 kalau operand1 bernilai benar.
Nilai yang diambil dari operand3 kalau operand1 bernilai salah.

v  Analisa hasil praktikum
#include <conio.h>
#include <stdio.h>
#include <iostream.h>
v  Implementasi program

v  Kesimpulan
Jadi program operator ini akan memudahkan kita jika mmenghitung banyak dari kemungkinan.

E.     PERINTAH MASUKAN DAN KELUARAN
v  Tujuan
Mahasiswa dapat membuat perintah masukan yang sesui untuk menampilkan semua yang akan di keluarkan dalam program C++ ini.
v  Peralatan Praktikum
§  Buku referensi elemen dasar C++, atau e-book elemen dasar C++
§  Perangkat Komputer atau Notebook/netbook
§  Aplikasi pembuat program ( Misal Borland C++ )

v  Dasar Teori
              Agar bisa berinteraksi dengan pengguna, suatu program memerlukan suatu alat sebagai perantara antara pengguna dengan program tersebut. Misalnya pengguna harus memasukkan data melalui keyboard. Agar program dapat menerima masukkan data dan menampilkan hasilnya maka diperlukan perintah input/output.
v  Analisa hasil praktikum

v  Implementasi Program
F.     Struktur Krontol Kondisi

A. Tujuan Praktikum
  • Memahami penggunaan penyeleksi kondisi yang ada di dalam bahasa pemrograman C++

B. Peralatan Praktikum
1.  Perangkat Komputer atau Notebook/Netbook
2. Software pemograman+Compiler (Misal : Borland C++)

C. Teori Dasar
            Perintah untuk percabangan bersyarat yang disediakan oleh C++ adalah if, if-else,switch.
1) Pernyataan if
            Pernyataan if mempunyai format sebagai berikut:


if (kondisi) pernyataan;
 
 


Kondisi yang akan diperiksa oleh pernyataan if harus dituliskan di dalam tanda kurung dan harus memiliki nilai benar atau salah. Pernyataan akan dilaksanakan apabila  kondisi bernilai benar.
if (kondisi) pernyataan1;
else pernyataan2;
 
2) Pernyataan if-else
Pernyataan if-else mempunyai format sebagai berikut:

Seperti pada pernyataan if maka kondisi yang akan diperiksa oleh pernyataan if harus dituliskan di dalam tanda kurung dan harus memiliki nilai benar atau salah. Pernyataan1 akan dilaksanakan apabila kondisi bernilai benar dan pernyataan2 akan dilaksanakan apabila kondisi bernilai salah. Contoh program 1:
3) Pernyataan switch
            Jika dalam program, dibutuhkan penyeleksi kondisi dengan banyak alternative (lebih dari dua), biasanya digunakan pernyataan switch. Pernyataan switch mempunyai format sebagai berikut:



switch (variabel)
{
case nilai1_variabel : pernyataan_1;break;
case nilai2_variabel : pernyataan_2;break;
.
.
default : pernyataan_n; break;

}
 
 




pernyataan_1 hanya akan dilaksanaKan apabila nilai variabel sama dengan nilai1_variabel. Pernyataan_2 hanya akan dilaksanakan apabila nilai variable sama dengan nilai2_variabel. Pernyataan_n hanya akan dilaksanakan apabila nilai variabel tidak ada yang sesuai dengan nilai-nilai variabel penguji diatasnya.
D. Prosedur Percobaan
1. Jalankan contoh program 1, masukkan nilai seperti 30, 55, 60, 61, 80.
2. Lakukan modifikasi contoh program 1 dengan seleksi kondisi dimulai dari        gagal.
1.      Lakukan modifikasi lagi untuk contoh program 1 dengan kondisi jika nilai diatas 60 dinyatakan lulus, jika nilainya lebih kecil dari 40 dinyatakan gagal. Nilai antara 40 dan 60 maka harus mengikuti ujian ulang.
4. Buatlah program menggunakan kondisi untuk menghitung criteria berat       badan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), yang bisa dihitung dengan :
IMT = b/t2
b=berat badan (kg)
t=tinggi badan (m)
criteria IMT sbb,
IMT <= 18.5                     Kurus
18.5<IMT<= 25    Normal
25<IMT<= 30                   Gemuk
IMT>30                             Kegemukan
Output:
Berat badan (kg)  = 45
Tinggi badan (m)  = 1.72
Nilai IMT anda 17.0, anda termasuk criteria kurus
E. Data hasil percobaan
1. Bagaimana hasil dari prosedur 1?
2. Bagaimana coding dari prosedur 2?
3. Bagaimana hasil dan coding prosedur 3?
Contoh program 2 :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar