A.
PENGENALAN BAHASA C++
v Tujuan
Tujuan
dari pengenalan program c++ ini tidak lain
untuk meningkatkan produktivitas pemrograman dalam bahasa aplikasi pada
komputer. Kebanyakan pakar setuju bahwa pemrograman berorientasi obyek dan C++
dapat mengurangi kekompleksitasan, terutama pada program yang besar yang
terdiri dari 10.000 baris atau lebih.
v Peralatan
Praktikum
§ Perangkat Komputer atau Notebook/Netbook
§ Software pemograman + Compiler ,Seperti
borland c++
v Dasar
Teori
Bahasa
pemrograman C++, merupakan bahasa pemrograman yang terpopuler saat ini, hampir
semua jurusan atau program studi yang berhubungan dengan komputer memasukkan
bahasa ini dalam kurikulumnya, bahkan perusahaan-perusahan BUMNpun sudah banyak
menambahkan standarisasi harus bisa bahasa pemrograman C++ untuk bergabung
dengan mereka, khususnya dunai Perbankkan.
Bahasa pemrograman C++ termasuk dalam bahasa
pemrogaman tingkat tinggi, sama halnya dengan Visual Basic, Delphi, Java, dan
masih banyak yang lainnya, dalam persfektif mudahnya dipahami manusia. Yang
membedakan mereka hanyalah aturan penulisan program itu sendiri, dimana yang
terpenting dalam sebuah pemrograman adalah adalah algoritma pemrogramannya.
Dalam hal ini, level yang dimaksudkan adalah
kemampuan mengakses fungsi-fungsi dan perintah-perintah dasar bahasa
mesin/hardware. Semakin tinggi tingkat bahasa pemrograman akan semakin mudah
bahasa pemrograman tersebut dipahami oleh manusia, namun membawa pengaruh
semakin berkurang kemampuan untuk mengakses langsung instruksi dasar bahasa
mesin.
v Analisa
Hasil Praktikum
§ Dapat mengetahui aplikasi pembuat program
§ Dapat membandingkan aplikasi-aplikasi
pemrograman yang bagus dan kompatible
§ Dapat mengetahui fungsi menu dan fitur
aplikasi pembuat program
v Implementasi
Program
§ Mahasiswa mempraktekkan bagaimana menggunakan
fitur yang ada di aplikasi pemograman
§ Mahasiswa mempraktekkan cara menginstal
aplikasi pembuat program dengan cepat dan teratur.
v Kesimpulan
Mahasiswa dapat dengan mudah membuat program
dengan C++. Dengan adanya pengenalan bahasa pemograman C++, mahasiswa dapat
membedakan bahasa pemograman apa yang memiliki kelebihan dan kekurangan antara
bahasa pemograman yang lain.
B.
STRUKTUR PROGRAM C++
v Tujuan
Mahasiswa
dapat mengetahui susunan dan struktur dalam bahsa pemograman C++ yang memiliki fungsi dan tugas tersendiri.
v Peralatan
Praktikum
§ Perangkat Komputer atau notebook/netbook
§ Aplikasi pemograman+Compiler (Misal :
BorlandC++)
v Dasar
Teori
Dalam
struktur program C++ sama seperti program C yang terdahulu. Struktur program
C++ terdiri sejumlah blog fungsi, setiap fungsi yang terdiri dari satu atau
beberapa yang melaksanakan tugas tertentu. Berikut srukturnya :
#include<file-include>
main()
{
pernyataan;
}
v Analisa
hasil Praktikum
Contoh :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int a = 7;
char b = 'G';
clrscr();
printf("%c Merupakan Abjad Yang
Ke - %d", b, a);
}
v Implementasi
Program

v Kesimpulan
Struktur
program dalam C++ sangatlah sederhana dan mudah dipahami, karna lebih simple
dari bahasa pemograman pascal atau basic. Array adalah suatu struktur yang
terdiri dari sejumlah elemen yang memiliki tipe data yang sama. Elemen-elemen
array tersusun secara sekuensial dalam memori komputer. Array dapat berupa satu
dimensi, dua dimensi, tiga dimensi ataupun banyak dimensi (multi dimensi).
Structure
(struktur) adalah kumpulan elemen-elemen data yang digabungkan menjadi satu
kesatuan. Masing-masing elemen data tersebut dikenal dengan sebutan field.
Field data tersebut dapat memiliki tipe data yang sama ataupun berbeda.
Walaupun fieldfield tersebut berada dalam satu kesatuan, masing-masing field
tersebut tetap dapat diakses secara individual.
Setiap
ingin menambahkan data, Anda selalu menggunakan variabel pointer yang baru,
akibatnya Anda akan membutuhkan banyak sekali pointer. Oleh karena itu, ada
baiknya jika Anda hanya menggunakan satu variabel pointer saja untuk menyimpan
banyak data dengan metode yang kita sebut Linked List. Linked list adalah
sekumpulan elemen bertipe sama, yang mempunyai keterurutan tertentu, yang
setiap elemennya terdiri dari dua bagian.
C. ELEMEN
DASAR C++
v Tujuan
Mahasiswa
dapat mengetahui elemen pembuatan program C++
agar dalam hal mengkoding dan membuat program tidak ada terjadi
kesalahan eror dan tidak bisa dijalankan.
v Peralatan
Praktikum
§ Buku referensi elemen dasar C++, atau e-book
elemen dasar C++
§ Perangkat Komputer atau Notebook/netbook
§ Aplikasi pembuat program ( Misal Borland C++ )
v Dasar
Teori
§
Identifier (Pengenal)
Pengenal
adalah suatu nama yang biasa dipakai dalam pemrograman untuk menyatakan
variable, konstanta, tipe data, dan fungsi.
Aturan penulisan identifier sama dengan aturan dalam pascal, antara lain :
Aturan penulisan identifier sama dengan aturan dalam pascal, antara lain :
èTidak boleh dimulai dengan karakter non huruf
èTidak boleh ada spasi
èTidak boleh mengunakan karakter-karakter
~ !
@ # $ % ^ & * ( ) + ` - = { } [ ] : " ; ' < > ? , . / |
èTidak boleh menggunakan reserved words yang
ada dalam C++.
§ Tipe
Data
Berikut ini tipe data yang ada dalam C++
èTipedata bilangan bulat :
char
int
(integer)
short (sort integrer)
long
(long integrer
èTipe data bilangan real :
float (real)
double (real double)
long
double
èSelain itu terdapat juga tipe data unsigned
Tipe data bilangan bulat :
unsigned char
unsigned int (integer)
unsigned short (short integer)
unsigned long (long integrer)
Tipe data unsigned mirip dengan yang bukan
unsigned. Bedanya adalah tipe data unsigned tidak mengenal bilangan negatif
(nilainya selalu positif).
§ Deklarasi
Variable
Seperti halnya Pascal, Variable yang
digunakan dalam program harus dideklarasikan terlebih dahulu. Pengertian
deklarasi disini yaitu mengenalkan variable ke program dan menentukan tipe
datanya.
§ Asiggnment
Proses assignment adalah proses pemberian
nilai kepada suatu varable yang telah dideklarasikan.
§ Konstanta
Untuk penedeklarasian konstanta dalam C++
mirip dengan Pascal. Sintaksnya adalah : const tipe_data nama_konstanta = value;
v Analisa
Hasil Praktikum
§
Deklarasi Variable
Contoh program dengan pendeklarasian variabel,
proses dan keluarannya:
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <stdio.h>
int main()
{
// Deklarasi Variabel
int alas, tinggi,
luas;
alas = 4;
tinggi = 5;
char bangun[10] =
"Segitiga";
// Proses Hitung Luas
Segitiga
luas =
(alas*tinggi)/2;
// Output, menampilkan
hasil
cout<<"Diketahui "<<bangun<<" :
"<<endl;
cout<<"
Tinggi = "<<tinggi<<endl;
cout<<"
Alas = "<<alas<<endl;
cout<<"
Luas = "<<luas<<"
cm persegi"<<endl;
getch();
}
§ Implementasi
program

§ Assignment
#include "conio.h";
#include "iostream.h";
#include "iomanip.h";
void main()
{
clrscr();
double real;
real =
182.2182713674821746;
cout <<
setprecision(12);
cout <<
"Nilai real = "<<real;
getch();
}
§
Implementasi program

v Konstanta
#include <iostream.h>
void main ()
{
float banyak,total;
const float harga = 17551 ;
banyak = 8 ;
total = harga * banyak
;
cout<<"Harga minyak goreng perbuah :
"<<harga<<endl;
cout<<"Berapa buah minyak yang dibeli :
"<<banyak<<endl;
cout<<"Total
biaya yang harus dibayar : "<<total<<endl<<endl;
getch ();
}
§
Implementasi program

•
Kesimpulan
Dari hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa
dalam pemograman C++ memiliki elemen dasar yang berpengaruh terhadap kode suatu
pemograman. Tanpa adanya suatu elemen dasar, suatu program tidak dapat berdiri
sendiri dan berjalan.
D. OPERATOR
v Tujuan
Agar mahasiwa dapat
menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi, akan dianggap BENAR, bila semua
ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai benar.
v Peralatan
Praktikum
§
Buku
referensi elemen dasar C++, atau e-book elemen dasar C++
§
Perangkat
Komputer atau Notebook/netbook
§
Aplikasi
pembuat program ( Misal Borland C++ )
v Dasar
teori
Operator merupakan simbol yang digunakan dalam
Suatu program manipulasi, misalnya untuk : menjumlahkan dua nilai,memberikan
nilai ke suatu variabel (assignment),dan membandingkan kesamaan dua nilai.
1.
Operator
Aritmatika
Operator aritmatika yang disediakan oleh C++ antara lain perkalian, pembagian, modulus, penjumlahan, pengurangan, yang berturut turut diwakili oleh symbol *,/,%,+,-.
Operator aritmatika yang disediakan oleh C++ antara lain perkalian, pembagian, modulus, penjumlahan, pengurangan, yang berturut turut diwakili oleh symbol *,/,%,+,-.
§ Contoh
Program :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main()
{
int a,b,c=0,d=0;
clrscr();
cout<<"Masukan Nilai A=";cin>>a;
cout<<"Masukan Nilai B=";cin>>b;
c=a%b;
d=a*b;
cout<<"Hasil dari A % B = "<<c<<endl;
cout<<"Hasil dari A * B ="<<d<<endl;
getch();
}
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main()
{
int a,b,c=0,d=0;
clrscr();
cout<<"Masukan Nilai A=";cin>>a;
cout<<"Masukan Nilai B=";cin>>b;
c=a%b;
d=a*b;
cout<<"Hasil dari A % B = "<<c<<endl;
cout<<"Hasil dari A * B ="<<d<<endl;
getch();
}
§ Implementasi Program


2. Operator Penugasan
Operator penugasan yang berupa symbol sama dengan ( = ) berfungsi untuk memberikan suatu nilai ke suatu variable.
Operator penugasan yang berupa symbol sama dengan ( = ) berfungsi untuk memberikan suatu nilai ke suatu variable.
3.
Operator
Penaikan dan Penurunan
Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai, Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang.
Contoh Program :
#include < stdio.h >
#include < conio.h >
main( )
{
int a = 10, b = 5;
clrscr( );
printf("Nilai A = %d", a);
printf("\nNilai ++A = %d", ++a);
printf("\nNilai B = %d", b);
printf("\nNilai --B = %d", --b);
getch( );
}
Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai, Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang.
Contoh Program :
#include < stdio.h >
#include < conio.h >
main( )
{
int a = 10, b = 5;
clrscr( );
printf("Nilai A = %d", a);
printf("\nNilai ++A = %d", ++a);
printf("\nNilai B = %d", b);
printf("\nNilai --B = %d", --b);
getch( );
}
§ Implementasi program


4.
Operator
Bitwise (Manipulasi Bit)
Untuk
keperluan manipulasi data dalam bentuk bit C++ menyediakan enam buah operator
yaitu geser bit kekiri, geser bit kekanan, and, or, xor dan nor yang berturut-turut
menggunakan symbol <<, >>, &, |, ^, ~
Contoh
program:


5. Operator Relasi
Operator relasi
digunakan untuk membandingkan dua buah operand/VARIABEL. Operator yang
digunakan:
> lebih dari >= lebih dari atau sama dengan
!= tidak sama dengan < kurang dari
== sama dengan <= kurang dari atau sama dengan
Contoh program :
> lebih dari >= lebih dari atau sama dengan
!= tidak sama dengan < kurang dari
== sama dengan <= kurang dari atau sama dengan
Contoh program :

Implementasi Program

6.
Operator
Logika
Operator logika digunakan untuk menghubungkan dua buah operand menjadi sebuah ungkapan kondisi. Operator yang digunakan: && (and), ||(or), !(not).
Contoh program :
#include <stdio.h>
Operator logika digunakan untuk menghubungkan dua buah operand menjadi sebuah ungkapan kondisi. Operator yang digunakan: && (and), ||(or), !(not).
Contoh program :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main()
{
float a, b, c, d, e, f, g, h;
cout<<"Masukan Nilai A = "; cin>>a;
cout<<"Masukan Nilai B = "; cin>>b;
cout<<"Masukan Nilai C = "; cin>>c;
//proses
d = a + 4 <10;
e = b > a + 5;
f = c - 3 >= 4;
g = d && e && f;
cout<<endl<<endl;
cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl;
cout<<"Hasil Dari d = a + 4 < 10 adalah "
<<d<<endl;
cout<<"Hasil Dari e = b > a +5 adalah "
<<e<<endl;
cout<<"Hasil Dari f = c - 3 >= 4 adalah "
<<f;
cout<<endl<<endl;
cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah
"<<g;
getch ();
}
v Implementasi Program

7. Operator Kondisi :
Operator kondisi digunakan untuk mendapatkan sebuah nilai dari dua buah kemungkinan, berdasarkan suatu kondisi. Biasanya menggunakan pernyataan berkondisi if.
Bentuk umumnya :
Nilai yang diambil dari operand2 kalau operand1 bernilai benar.
Nilai yang diambil dari operand3 kalau operand1 bernilai salah.
Operator kondisi digunakan untuk mendapatkan sebuah nilai dari dua buah kemungkinan, berdasarkan suatu kondisi. Biasanya menggunakan pernyataan berkondisi if.
Bentuk umumnya :
Nilai yang diambil dari operand2 kalau operand1 bernilai benar.
Nilai yang diambil dari operand3 kalau operand1 bernilai salah.
v Analisa
hasil praktikum
#include <conio.h>
#include <conio.h>
#include <stdio.h>
#include <iostream.h>

v Implementasi program


v Kesimpulan
Jadi program operator ini akan memudahkan kita
jika mmenghitung banyak dari kemungkinan.
E. PERINTAH
MASUKAN DAN KELUARAN
v Tujuan
Mahasiswa dapat membuat perintah masukan yang
sesui untuk menampilkan semua yang akan di keluarkan dalam program C++ ini.
v Peralatan
Praktikum
§
Buku
referensi elemen dasar C++, atau e-book elemen dasar C++
§
Perangkat
Komputer atau Notebook/netbook
§
Aplikasi
pembuat program ( Misal Borland C++ )
v Dasar
Teori
Agar
bisa berinteraksi dengan pengguna, suatu program memerlukan suatu alat sebagai
perantara antara pengguna dengan program tersebut. Misalnya pengguna harus
memasukkan data melalui keyboard. Agar program dapat menerima masukkan data dan
menampilkan hasilnya maka diperlukan perintah input/output.
v Analisa
hasil praktikum

v Implementasi Program


F.
Struktur
Krontol Kondisi
A.
Tujuan Praktikum
- Memahami penggunaan penyeleksi kondisi yang ada di dalam bahasa pemrograman C++
B.
Peralatan Praktikum
1.
Perangkat Komputer atau Notebook/Netbook
2. Software pemograman+Compiler (Misal :
Borland C++)
C.
Teori Dasar
Perintah untuk percabangan bersyarat yang disediakan oleh
C++ adalah if, if-else,switch.
1)
Pernyataan if
Pernyataan if mempunyai format sebagai berikut:
|
Kondisi yang akan
diperiksa oleh pernyataan if harus dituliskan di dalam tanda kurung dan harus
memiliki nilai benar atau salah. Pernyataan akan dilaksanakan apabila kondisi bernilai benar.
|
Pernyataan if-else mempunyai format sebagai berikut:
Seperti pada pernyataan
if maka kondisi yang akan diperiksa oleh pernyataan if harus dituliskan di
dalam tanda kurung dan harus memiliki nilai benar atau salah. Pernyataan1 akan
dilaksanakan apabila kondisi bernilai benar dan pernyataan2 akan dilaksanakan
apabila kondisi bernilai salah. Contoh program 1:

3)
Pernyataan switch
Jika dalam program, dibutuhkan penyeleksi kondisi dengan
banyak alternative (lebih dari dua), biasanya digunakan pernyataan switch. Pernyataan switch mempunyai
format sebagai berikut:
|
pernyataan_1 hanya akan
dilaksanaKan apabila nilai variabel sama dengan nilai1_variabel. Pernyataan_2
hanya akan dilaksanakan apabila nilai variable sama dengan nilai2_variabel.
Pernyataan_n hanya akan dilaksanakan apabila nilai variabel tidak ada yang
sesuai dengan nilai-nilai variabel penguji diatasnya.
D.
Prosedur Percobaan
1. Jalankan contoh
program 1, masukkan nilai seperti 30, 55, 60, 61, 80.
2. Lakukan modifikasi contoh program 1 dengan seleksi kondisi dimulai dari gagal.
2. Lakukan modifikasi contoh program 1 dengan seleksi kondisi dimulai dari gagal.
1.
Lakukan modifikasi lagi untuk contoh
program 1 dengan kondisi jika nilai diatas 60 dinyatakan lulus, jika nilainya
lebih kecil dari 40 dinyatakan gagal. Nilai antara 40 dan 60 maka harus
mengikuti ujian ulang.
4.
Buatlah program menggunakan kondisi untuk menghitung criteria berat badan menggunakan Indeks Massa Tubuh
(IMT), yang bisa dihitung dengan :
IMT
= b/t2
b=berat badan (kg)
t=tinggi badan (m)
criteria IMT sbb,
IMT <= 18.5 Kurus
18.5<IMT<= 25 Normal
25<IMT<= 30 Gemuk
IMT>30 Kegemukan
Output:
Berat badan (kg) = 45
Tinggi badan (m) = 1.72
Nilai IMT anda 17.0, anda termasuk criteria kurus
b=berat badan (kg)
t=tinggi badan (m)
criteria IMT sbb,
IMT <= 18.5 Kurus
18.5<IMT<= 25 Normal
25<IMT<= 30 Gemuk
IMT>30 Kegemukan
Output:
Berat badan (kg) = 45
Tinggi badan (m) = 1.72
Nilai IMT anda 17.0, anda termasuk criteria kurus
E.
Data hasil percobaan
1. Bagaimana hasil dari prosedur 1?
2. Bagaimana coding dari prosedur 2?
3. Bagaimana hasil dan coding prosedur 3?
Contoh program 2 :
1. Bagaimana hasil dari prosedur 1?
2. Bagaimana coding dari prosedur 2?
3. Bagaimana hasil dan coding prosedur 3?
Contoh program 2 :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar