Kamis, 21 Februari 2013

Paradigma Kecerdasan Spiritual




A.    Pengertian Kecerdasan Spiritual
      Menurut Zohar dan Marshall sebagaimana dikutip oleh M.Suyanto, kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya atau kecerdasan untuk menilai bahwa atau tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna di banding yang lain. Berbeda dengan asumsi Sinetar dan Khavari yang mengartikan kecerdasan spiritual sebagai pikiran yang mendapat inspirasi, dorongan, dan efektifitas yang terinspirasi penghayatan ketuhanan dimana kita menjadi bagian didalamnya.
B.     Pentingnya Keecerdasan Spiritual Bagi Manusia
      Spiritual islam yang menjadi tonggak pokok dalam sub bagian ini mempunyai dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Dalam ayat-ayat Al-Qur’an ditegaskan bahwa spiritualitas merupakan visi, misi dan tugas pokok dari risalh para nabi dan rasul. Sebuah tujuan hidup yang utama bagi orang yang bertaqwa, dan pdanya bergantung keselamatan dan kesengsaraan manusia di dunia dan akhirat dalam pandangan Tuhan YME.
C.    Kecerdasan Spiritual Dan Hidup Bahagia
      Hidup bahagia merupakan dambaan semua manusia tanpa terkecuali. Itu artinya, secara normatif dan konseptual tidak ada satupun manusia yang menolak untuk mendapatkan hakikat kebahagiaan itu sendiri. Tujuan hidup manusia sesungguhnya adalah mencapai tingkat tertinggi yaitu kebahagian baik lahir maupun batin.
Faktor- Faktor Yang Membuat Manusia Bahagia yaitu uang, materi, kesehatan, spiritual, beramal dan semua kebutuhan yang di butuhkan manusia.
D.    Krisis Spiritualitas Masyarakat Modern
      Masyarakat modern diidentikan dengan masyarakat yang baru. Kemajuan itu dapat dilihat dari segi ekonomi maupun dari segi finansial lainnya bahkan cara berfikir pun berbeda dengan masyarakat yang hidup secara tradisional.
      Dalam kaitannya di atas mengapa ruang spiritual dalam diri manusia bisa mengalami krisis ? Mungkin jawaban sederhana yang dapat kita utarakan adalah manusia tidak mau mengisi ruang spiritual itu dengan hal-hal yang positif dalam kehidupan mereka.
      Krisis spiritual yang melanda manusia pada umumnya disebabkan oleh dampak dari kehendak kita untuk memutuskan hubungan komunikasi dengan Tuhan,bahkan  boleh jadi juga akibat dari adanya unsur kesengajaan dalam diri kita sebagai bentuk ”PEMBERONTAKAN” atas nilai-nilai ketuhanan itu sendiri.
      Persoalan masyarakat modern dengan komleksitas kepentingan yang melingkupinya cukup menarik untuk dikaji. Manusia seringkali terjatuh dan meleburkan diri dalam dosa dan kenistaan.Kejahatan manusia yang semakin melampaui batas ini diingatkan leh schumacher berikut ini: “...Semakin banyak orang yang mulai bahwa “percobaan modern” telah gagal. Percobaan itu mendapatkan rangsangannya mula-mula dari apa yang  disebut “revolusi descartes” yang dengan logika degilnya, memissahkan manusia dari tingkat-tingkat yang lebih tinggi , yang dapat mempertahankan keinsainiannya.....”
      Penyakit spiritual adalah kondisi diri yang terfragmentasi terutama dari pusat diri. Sedangkan kesehatan spiritual adalah kondisi kutuhan yang terpusat . Maka secara sederhana Logika adalah jika kita ingin sehat secara spiritual sudah sewajarnya kita menjalani kehidupan ini dengan mengambil fokus dalam pusat diri, pusat spirital, pusat hakiki sense of security kita.

1 komentar: